TAMAN NASIONAL BUKIT TIGA PULUH

http://www.inhu.go.id/image/tnbt/airterjun.jpg

Bukit Tigapuluh merupakan hutan lindung yang telah diubah fungsi dan ditunjuk menjadi taman nasional pada tahun 1995 dengan SK. Menteri Kehutanan No. 539/Kpts-II/1995.iKawasan taman nasional tersebut sebelumnya merupakan dua buah kawasan hutan lindung yaitu Hutan Lindung Haposipin di Provinsi Riau dan Hutan Lindung Singkati Batang Hari di Provinsi Jambi. Luas keseluruhan Taman Nasional Bukit Tigapuluh (TNBT) adalah 144.223 Ha. Dengan ekosistem hutan hujan tropika dataran rendah (lowland tropical rain forest), kawasan tersebut merupakan peralihan antara hutan rawa dan hutan pegunungan.


Kawasan ini mempunyai ekosistem yang unik yang berbeda dibandingkan dengan kawasan taman nasional lainnya yang ada di Indonesia. Bukit Tigapuluh merupakan hamparan perbukitan yang terpisah dari rangkaian pegunungan Bukit Barisan yang terdapat di perbatasan Provinsi Jambi dan Riau. Kawasan perbukitan ini merupakan daerah tangkapan air (catchment area) yang membentuk sungai-sungai kecil yang merupakan hulu dari sungai-sungai besar di daerah sekitarnya. Beberapa jenis fauna yang dapat dijumpai di TNBT, antara lain : Harimau Sumatera, Beruang Madu, Tapir, Siamang, Kancil, Babi Hutan, Burung Rangkong, Kuaw, dan berbagai jenis satwa lainnya. Sedangkan jenis flora langka yang diduga endemik di kawasan tersebut adalah Cendawan Muka Rimau (Rafflesia haseltii). Selain merupakan habitat dari berbagai jenis flora dan fauna langka dan dilindungi , kawasan TNBT juga merupakan tempat hidup dan bermukim beberapa komunitas suku terasing seperti Talang Mamak, Anak Rimba dan Melayu Tua, yang menjadikan kawasan ini menarik untuk dijelajahi.
Mamalia: Siamang (Symphalangus syndactus), Beruk (Macaca fascicularis),Lutung (Presbytis cristata), Kukang (Nyctices coucang), Harimau Sumatera (Panthera tigris sumatrensis), Macan dahan (Neofelis nebulosa), Kucing congkok (Felis bengalensis), Kucing batu (Felis marmorata), Tapir (Tapirus indicus), Musang pandan (Vivertangalunga), Binturong (Artictis bintur), Kijang (Muntiacus munjak), Kambing hutan (Capricornis sumatraensis), Kancil (Tragulus javanicus), dan lain-lain.
BERUANG
















MACAN DAHAN

















RUSA
 
BURUNG KUAW
RANGKOK



Komentar

Posting Komentar

Postingan Populer